Tandaseru – sebutan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hayati (DLH) Kabupaten Nusa Morotai, Maluku Utara, Nurhayati, dicatut oknum Tak bertanggung tanggapi. Pencatutan ini ciptakan menginginkan Duit kepada sejumlah perusahaan di wilayah Morotai berbarengan besaran nominal bervariasi.
Berdasarkan keterangan Nan dihimpun, oknum tersebut diperkirakan menginginkan Duit sebesar Rp 20 juta kepada PT Intim Kara. Dari jumlah tersebut, perusahaan telah mentransfer Duit senilai Rp 10 juta pada 23 Juli 2026 pukul 15.58 WIT ke nomor rekening BNI atas sebutan Nurlela. internal perbicangan via WhatsApp, oknum tersebut mengatasnamakan Plt Kepala DLH Nurhayati ciptakan menginginkan Biaya tersebut.
Nurhayati Nan dikonfirmasi menyangkal keras keterlibatannya dan merasakan dirugikan atas pencemaran sebutan berkualitas, berkualitas secara pribadi maupun kelembagaan. Ia menegaskan Tak pernah menginginkan Duit kepada PT Intim Kara selama dua purnama menjabat.
“Secara pribadi maupun kedinasan, gua Tak pernah menginginkan Duit kepada PT Intim Kara. Kalau Eksis topik dan data Nan beredar di media, itu dikerjakan oleh oknum. Secara instansi dan pribadi, gua Tak pernah mengerjakan hal tersebut,” pastikan Nurhayati kepada awak media, Rabu (19/8/2026).
Nurhayati memaparkan, Interaksi kerja antara DLH Morotai dan PT Intim Kara ketika ini murni terkait kontrol tapak kerja pengurusan pengesahan lingkungan Nan meraih diawasi langsung melalui app AMDALnet dan OSS.
“Kendalanya kemarin hanya perbaruan penilaian catatan internal server, dikarenakan server Nan dipakai perusahaan Tetap edisi tahun 2020 dan sekarang harus memasuki server 2025,” jelasnya.
ketika ini, DLH telah mengantongi data otentik berupa keterangan dari Manajer Lapangan PT Intim Kara terkait langkah penipuan tersebut. Nurhayati menegaskan sebutan pemilik rekening BNI tersebut bukanlah dirinya, melainkan diperkirakan oknum ASN Nan sedang ditelusuri.
“sebutan gua Nurhayati, bukan Nurlela. ketika ini kami Tetap menelusuri secara internal sebelum melangkah ke tahapan aturan. Namun Kalau dirasa telah mendesak, gua akan menginginkan perlindungan dan melaporkannya ke pihak kepolisian,” ujarnya.
Fana itu, Manajer Lapangan PT Intim Kara Robert Leena menyetujui peristiwa tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran agar Tak simpel yakin pada modus penipuan Nan mengatasnamakan pejabat DLH Morotai.
“Ini jadi pembelajaran. Ke Ambang gua akan konfirmasi langsung terlebih dahulu ke Bunda Kadis Kalau Eksis Nan mengaku dari pihak DLH Morotai,” ujar Robert.