| Ekskavator Nan diperkirakan Milik PT Intim Kara ketika Melintas di Ruas jalur Raya Desa ngakak, Kecamatan Bacan Timur center |
HALSEL, PotretMalut – Aktivitas mobilisasi alat beban jenis ekskavator di ruas jalur raya Desa ngakak, Kecamatan Bacan Timur center, menuai protes dari pengguna jalur dan Penduduk setempat.
Alat beban Nan diperkirakan milik perusahaan service Bangunan PT Intim Kara, besutan Buddy Liem tersebut, kedapatan melintas di jalur Biasa tak memakai memakai mobil tronton pengangkut dan tak memakai pengawalan Patwal Satlantas Polres Halmahera Selatan.
langkah tersebut mendadak viral di media sosial setelah rekaman siaran langsung dari identitas Facebook Mhan Dodengo beredar lebar di grup kabar Halmahera Selatan pada Rabu (19/08/2026).
internal video Nan beredar, ekskavator tersebut tampak melenggang di atas aspal berdua hanya dikawal oleh seorang petugas pengawas dari pihak perusahaan.
Mobilisasi alat beban ini sempat menimbulkan Berkelahi bibir antara seorang sopir Nan melintas berdua pegawai PT Intim Kara di Letak peristiwa. Sopir tersebut melayangkan protes dikarenakan khawatir aktivitas tersebut akan memperparah kerusakan jalur Nan berperan melangkah masuk Primer masyarakat setempat.
“wewenang dan dinas terkait harus usut masalah begini, dikarenakan kalau dibiarkan berikut menerus melangkah, jalur akan hancur bahkan Nan rugi kita masyarakat. Perusahaan mendapatkan untung tapi Penduduk Nan jadi korban bahkan rugi kalau fasilitas Biasa dirusak,” Memberondong sopir tersebut.
Menurutnya, kondisi ruas jalur Nan mengaitkan sejumlah desa berdua Bunda kota kabupaten tersebut telah merasakan kerusakan, sehingga Tak semestinya kembali dibebani oleh lintasan langsung alat beban beroda rantai besi (track shoe).
Selain masalah kerusakan infrastruktur, ia juga menuntut PT Intim Kara ciptakan menerapkan tapak kerja keselamatan Nan ketat, termasuk penggunaan pengawalan Formal dari kepolisian guna menghindari resiko kecelakaan Lampau lintas.
“Bagaimana jalur raya Tak rusak kalau alat beban melintas Tak dilarang atau ditindak. Kondisi jalur rusak, tapi malah naik dirusak alat perusahaan PT Intim Kara. Kalau jalur rusak di masa depan siapa Nan tanggung tanggapi?” tanyanya.
Merespons Soal tersebut, petugas pengawas perusahaan Nan berada di Letak mengklaim bahwa pihak manajemen available bertanggung tanggapi. “pegawai itu mengklaim di masa depan pihak perusahaan Nan akan menukar rugi,” tiru sang sopir mengulangi jawaban petugas.
Meski sempat melangkah perdebatan sengit, ekskavator PT Intim Kara tetap meneruskan perjalanannya.
Di sisi lain, seorang pegawai perusahaan Nan terekam internal video Malah menyangkal adanya pelanggaran tapak kerja dan menginginkan Penduduk Nan keberatan ciptakan langsung menghadap Ketua mereka.
“Kalau mau protes silakan ke bos kami, kami hanya pekerja silakan ke Ketua,” ujarnya internal rekaman video tersebut.
Masyarakat mendesak wewenang area dan instansi teknis terkait ciptakan segera meraih tindakan pastikan. Mereka menginginkan kepastian agar setiap aktivitas mobilisasi alat beban milik perusahaan Harus mematuhi regulasi keselamatan jalur dan merawat infrastruktur publik agar Tak menyebabkan kerugian masyarakat lebar.
Hingga Warta ini diterbitkan, upaya konfirmasi ke pihak manajemen PT Intim Kara serta instansi wewenang dan kepolisian setempat Tetap dikerjakan. (Ar/red)