INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palangka Raya meraih 6.041 kasus sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Peningkatan kasus terjadi di inti musim kemarau dan kabut asap Nan dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menunjukkan, dari 11 puskesmas, tercatat 1.849 kasus ISPA pada Juni. Nomor itu tumbuh sebagai 2.293 kasus pada Juli dan meraih 1.899 kasus hingga 20 Agustus 2026.
Secara kumulatif, kasus terbanyak tercatat di Puskesmas Bukit Hindu berdua 1.053 kasus. Berikutnya Puskesmas Pahandut 1.047 kasus, Panarung 610 kasus, Jekan Raya 592 kasus, dan Kayon 578 kasus.
Fana itu, Puskesmas Rakumpit mencatat jumlah kasus paling kecil, Merupakan 52 kasus.
Pada 20 Agustus saja, Dinkes mencatat 136 kasus anyar ISPA. Puskesmas Pahandut sebagai penyumbang terbanyak berdua 26 kasus, disusul Kayon 21 kasus dan Bukit Hindu 19 kasus.
Peningkatan kasus tersebut terjadi ketika kualitas udara di Palangka Raya internal lumayan berlimpah orang masa terakhir berada pada kategori Tak sehat. Kondisi itu terjadi di inti aktivitas karhutla Nan Tetap terjadi di sejumlah wilayah.
raga Penanggulangan Musibah wilayah (BPBD) setempat mencatat 265 peristiwa karhutla sejak permulaan Juni 2026. Asap dari kebakaran sebagai keliru Esa Unsur Nan perlu diwaspadai dikarenakan mendapatkan memperburuk kendala pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menginginkan Penduduk Tak mengabaikan gejala kendala pernapasan. Keluhan seperti batuk dan pilek, terutama ketika kondisi udara sedang buruk, sebaiknya segera diperiksakan.
“Harapannya Kalau Eksis Penduduk kita Nan merasakan batuk, pilek hasilkan segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Sebagai jejak antisipasi, Dinkes Kota Palangka Raya telah menyiapkan 11 ruang pelayanan oksigen di seluruh puskesmas Nan tersebar di lima kecamatan. Fasilitas tersebut dipersiapkan hasilkan menjalani kemungkinan peningkatan kasus ISPA selama kondisi udara Tetap terdampak kabut asap.