Big boobs ketika Jabatan Rektor Berakhir, Alumni Minta Kejelasan Transisi Kepemimpinan UPR – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dua alumni Universitas Palangka Raya (UPR), Tenteram Alam Usop dan Krismes Santo Haloho, menginginkan Ketua universitas dan Ketua Senat UPR memberikan penjelasan mengenai keadaan kepemimpinan serta tahapan transisi di perguruan menjulang tersebut.

Permintaan itu disampaikan melalui surat tertulis Nan mereka ajukan pada 7 September 2026. Keduanya mengemukakan surat internal kapasitas pribadi sebagai alumni, bukan mewakili Ikatan Alumni UPR maupun organisasi alumni lainnya.

Surat tersebut disampaikan di inti berakhirnya ketika jabatan Rektor UPR periode 2022-2026 serta belum tuntasnya tahapan pengangkatan Rektor UPR periode 2026–2030.

Tenteram dan Krismes mengukur kepastian mengenai keadaan kepemimpinan Krusial hasilkan mencegah munculnya ketidakpastian dan spekulasi di lingkungan sivitas akademika, alumni, serta masyarakat.

Mereka menegaskan, permintaan tersebut Tak berhubungan berdua sokongan atau resistensi terhadap calon rektor tertentu.

“Kepentingan kami bukan mendukung ataupun menolak calon Rektor tertentu. Nan kami harapkan Ialah agar tahapan transisi dan pengangkatan Rektor Universitas Palangka Raya terjadi secara Absah, transparan, akuntabel, serta Tak menimbulkan kekosongan kepemimpinan,” ujar Krismes.

menginginkan Penjelasan Sembilan Hal

internal surat tersebut, kedua alumni menginginkan penjelasan Formal dan tertulis mengenai sembilan persoalan.

Pertama, mereka menginginkan kepastian mengenai tanggal berakhirnya ketika jabatan Rektor UPR periode 2022-2026 serta Asas aturan atau keputusan Nan sebagai acuannya.

Kedua, mereka menginginkan penjelasan mengenai keadaan kepemimpinan UPR setelah berakhirnya ketika jabatan rektor definitif. Hal itu mencakup Eksis atau tidaknya keputusan pengelola mengenai perpanjangan ketika jabatan maupun penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), termasuk Masa mulai berlakunya keputusan tersebut.

Ketiga, mereka menginginkan informasi mengenai perkembangan seluruh tahapan Pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030. Informasi Nan diminta meliputi tahapan Nan telah diselesaikan, tahapan Nan Tetap mengharap keputusan atau penjadwalan, hingga perkiraan Masa penetapan dan pelantikan rektor definitif.

Pasang Iklan

Keempat, mereka menginginkan penjelasan mengenai alasan tahapan pemilihan rektor belum tuntas sebelum berakhirnya ketika jabatan rektor sebelum itu. Mereka juga menginginkan penjelasan mengenai tapak Nan dijalankan UPR dan Senat agar tahapan tersebut tetap Melangkah sesuai ketentuan.

Kelima, mereka mempertanyakan penanganan setiap keberatan, pengaduan, atau persoalan administratif Nan terlihat internal tahapan pemilihan rektor. Menurut mereka, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme Nan Absah dan terdokumentasi agar Tak menimbulkan persoalan pengakuan terhadap kepemimpinan berikutnya.

Keenam, mereka menginginkan jaminan mengenai kesinambungan tata tata selama ketika transisi. Hal itu mencakup keputusan akademik, kepegawaian, keuangan dan anggaran, pengelolaan aset, pelayanan mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kerja Baju kelembagaan.

Ketujuh, mereka menginginkan penjelasan mengenai tapak konkret universitas internal memelihara kejelasan, akuntabilitas, integritas, kontrol internal, dan pelayanan publik selama ketika transisi.

Kedelapan, mereka menginginkan penjelasan mengenai arah dan prioritas UPR Nan akan dipertahankan selama ketika transisi dan diteruskan kepada rektor definitif berikutnya. lumayan melimpah orang bidang Nan disoroti antara lain mutu akademik dan akreditasi, sumber daya Orang, riset dan Penemuan, pelayanan mahasiswa, sarana-prasarana, keuangan, reputasi institusi, serta Interaksi berdua alumni.

Kesembilan, mereka menginginkan ruang partisipasi alumni hasilkan memberikan masukan dan mendukung pengembangan UPR. Partisipasi tersebut, menurut mereka, tetap harus ditaruh internal batas kewenangan organ universitas.

Tak Mengatasnamakan Organisasi Alumni

Tenteram dan Krismes menegaskan bahwa surat tersebut merupakan inisiatif pribadi sebagai alumni. Mereka Tak mengatasnamakan Ikatan Alumni UPR ataupun organisasi alumni lainnya.

Menurut mereka, penyampaian Soal dan aspirasi mengenai tata tata universitas merupakan bentuk kepedulian terhadap almamater. Mereka juga menegaskan bahwa tapak tersebut bukan upaya meraih alih kewenangan Senat, rektor, maupun organ UPR lainnya.

“Alumni mempunyai kepentingan terhadap ketika Ambang almamater. dikarenakan itu, Soal, aspirasi, kritik konstruktif, dan anjuran mengenai tata tata universitas Semestinya mendapatkan sebagai bagian dari komunikasi Nan sehat antara universitas berdua para pemangku kepentingannya,” ucapan Tenteram.

Mereka semoga komunikasi antara universitas dan alumni tetap terjadi secara ada, sekaligus menghormati kewenangan masing-masing pihak.

menginginkan Jawaban Tertulis

Selain menginginkan penjelasan tertulis, kedua alumni memasuki ruang hasilkan mengerjakan audiensi berdua Ketua UPR dan Ketua Senat UPR.

Audiensi tersebut diharapkan mendapatkan sebagai ruang hasilkan mendapatkan penjelasan langsung mengenai keadaan kepemimpinan dan perkembangan tahapan transisi di UPR.

Menurut mereka, keterbukaan informasi diperlukan bukan hanya hasilkan merespons persoalan administratif, tetapi juga hasilkan memelihara kepercayaan sivitas akademika, alumni, Rekan, dan masyarakat terhadap tata tata universitas.

“UPR Ialah institusi pendidikan menjulang publik Nan Mempunyai tanggung tanggapi Akbar distribusi pembangunan sumber daya Orang di Kalimantan inti. dikarenakan itu, kepastian tata tata, pengakuan kepemimpinan, kesinambungan pelayanan akademik, serta kejelasan tahapan transisi harus sebagai kepentingan Seiring,” Jernih Tenteram Nan juga Alumni FISIP UPR itu.

Keduanya semoga tahapan transisi kepemimpinan mendapatkan terjadi tertib dan sesuai ketentuan, sekaligus sebagai momentum distribusi UPR hasilkan menegaskan tata tata Nan transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Surat tersebut ditembuskan kepada pengelola Pendidikan menjulang, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan menjulang, Sains, dan Teknologi, Satuan Pengawas Internal UPR, raga Eksekutif Mahasiswa UPR, serta Majelis Perwakilan Mahasiswa UPR. (**)

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *