Big boobs Penjaga SMAN 3 Palangka Raya terungkap Meninggal di Ruang UKS – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Seorang penjaga SMAN 3 Palangka Raya, AD (37), terungkap meninggal Bumi di ruang UKS Pria di sekolah tersebut, Sabtu, 12 September 2026 gelap.

Korban terungkap di kompleks SMAN 3 Palangka Raya, lorong G. Obos, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya. Polisi Nan meraih laporan Penduduk langsung mendatangi Letak.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Patli Arie berucap, sebelum terungkap meninggal, korban sempat berbincang berdua rekan sesama petugas keamanan sekolah, Hendry (26).

Keduanya menghabiskan gelap berdua berbincang dan seruput kopi. Sekeliling pukul 04.30 WIB, AD terbangun dan mengadukan sesak helaan serta nyeri dada. Ia juga sempat menginginkan air kehangatan kepada rekannya.

Pada sore masa Sekeliling pukul 17.00 WIB, saksi lain, M. Mahyuni (47), memasuki ke ruang UKS dan menyaksikan korban terbaring. Awalnya, korban diperkirakan sedang istirahat.

Kecurigaan tampak setelah staf sarana dan prasarana sekolah mengetahui sepeda motor korban telah terparkir sejak pagi, tetapi AD Tak terlihat beraktivitas.

Sekeliling pukul 19.00 WIB, saksi Seiring keluarga korban kembali meninjau ruang UKS. ketika itu, kaki korban terlihat membiru dan Tak Eksis lagi tanda pernapasan.

Pihak sekolah kemudian menghubungi keluarga, tim Emergency Response Palangka Raya, dan kepolisian. Tim INAFIS Satreskrim Polresta Palangka Raya Seiring relawan kemudian melaksanakan pemeriksaan di Letak dan melindungi sejumlah barang milik korban.

Barang tersebut antara lain tas hitam, dua telepon pegang, dompet, serta extra dari Esa botol minyak hembusan dan balsem.

Jenazah AD kemudian diangkut ke Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya hasilkan pemeriksaan. Dokter forensik dr. Ricka Brillianly, Sp.KF, mengatakan Tak terungkap tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pasang Iklan

keluaran pemeriksaan juga memperkirakan korban telah meninggal extra dari enam jam sebelum pemeriksaan dijalankan. Polisi Tak menemukan tanda Nan mengarah pada tindak pidana.

Pihak keluarga Nan diwakili Abang kandung korban mengatakan meraih peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dijalankan autopsi. Setelah pemeriksaan tuntas, jenazah diserahkan kepada keluarga hasilkan dimakamkan dan disemayamkan di Griya orang Uzur korban di lorong Yos Sudarso IX.

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *