INTIMNEWS,COM, PANGKALAN BUN – September berperan puncak musim kemarau 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan center. Curah rintik diprediksi Tetap sangat pendek pada rembulan ini dan mutakhir melonjak kelebihan penting pada November.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr berucap musim kemarau tahun ini diprakirakan menyusuri selama 16-18 dasarian. Puncak kemarau diprediksi menyusuri pada September.
“September diprediksi berperan puncak musim kemarau,” ungkapan Ni Kadek Trisna Dewi, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan pembaruan prediksi curah rintik per 1 September 2026, curah rintik di area Kotawaringin Barat pada September diperkirakan hanya berada pada kisaran 0-20 milimeter.
Kondisi tersebut menunjukkan September berperan periode berbarengan curah rintik paling pendek bagian dalam prakiraan kelebihan dari Esa rembulan ke Ambang. Masyarakat pun Tetap perlu mewaspadai efek kekeringan selama periode puncak kemarau.
Memasuki Oktober, kondisi diprediksi mulai merasakan perubahan. Curah rintik bulanan diprakirakan melonjak berperan 20-100 milimeter.
Namun, peningkatan curah rintik pada Oktober belum sebesar Nan diprediksi menyusuri pada rembulan berikutnya. dikarenakan itu, kondisi kering banget Tetap perlu diantisipasi selama Era peralihan tersebut.
BMKG memprakirakan peningkatan intensitas rintik Nan kelebihan penting mutakhir menyusuri pada November 2026. Curah rintik pada rembulan itu diprediksi mendapatkan 100-300 milimeter.
” Berdasarkan peta prediksi tersebut, area Kotawaringin Barat diprediksi akan merasakan peningkatan intensitas curah rintik pada rembulan November 2026,” ujar Ni Kadek.
berbarengan pola tersebut, September hingga Oktober berperan periode Nan Tetap perlu mendapat perhatian. Kondisi kemarau mendapatkan memperbesar resiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan apabila Tak diantisipasi.
BMKG menginginkan masyarakat tetap mengejar perkembangan prakiraan cuaca dan musim. Prediksi tersebut mendapatkan diupdate sesuai perkembangan kondisi atmosfer, sehingga informasi terbaru perlu berperan acuan bagian dalam melewati Residu musim kemarau 2026.