Big boobs Penduduk Pondok Karya Tolak Pengosongan 10 Oktober


Pemprov Sulteng Panggil PT INTIM dan BPN

PALU, FILESULAWESI.COM – Penduduk Pondok Karya, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi center, mendatangi Satuan Tugas (Satgas) Penyelesaian sengketa Agraria (PKA) Sulawesi center di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (22/9/2026).

lafal JUGA: Kekayaan Mineral Sulteng Harus Jadi power ciptakan Kesejahteraan Penduduk 

Belasan Penduduk tersebut mengadukan perintah pengosongan hunian Pondok Karya Nan dikatakan dikeluarkan PT INTIM Anugerah Perkasa berbarengan batas Masa paling lamban 10 Oktober 2026.

lafal JUGA: LPS Road Show Pemeriksaan Kesehatan cuma-cuma di 5 Kabupaten Kota di Sulsel

Selain persoalan pengosongan hunian, Penduduk juga mengemukakan keberatan atas kedatangan mantan Sekretaris area Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Dr. Muhammad Hidayat Lamakarate, M.Si., Nan hadir sebagai pihak Nan diberi kuasa oleh PT INTIM ciptakan menolong alur dialog berbarengan Penduduk.

Di hadapan Satgas PKA, keliru seorang penghuni Pondok Karya, Dwi Sartika, berbisik Hidayat dua kali mendatangi kediaman Penduduk, Merupakan pada 1 dan 2 Agustus 2026.

Menurut Dwi, pada kedatangan pertama Hidayat hadir Seiring Camat Mantikulore, Lurah Tondo dan tim legalitas PT INTIM Anugerah Perkasa.

Fana pada kedatangan kedua, Hidayat kembali menemui Penduduk ciptakan membahas persoalan lahan dan program pengosongan kawasan tersebut.
Alfrin, Penduduk Pondok Karya lainnya, mengaku mengalami tertekan berbarengan tapak komunikasi Hidayat ketika pertemuan melangkah.

“Beliau anjlok dari mobil langsung menginginkan keterangan kepada Penduduk Nan telah menanti. Kami Penduduk di sini mengalami terintimidasi dikarenakan nada bicaranya Tak simpatik,” ujar Alfrin.

Menurut Alfrin, sempat melangkah perdebatan lumayan tajam antara Hidayat dan Penduduk. Ia menyebut Penduduk juga mengemukakan adanya surat dari Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, Nan menginginkan agar Penduduk Tak digusur dari Loka tinggal mereka. Namun, ucapan Alfrin, pernyataan tersebut Tak diperoleh oleh Hidayat.

“Surat itu Tak Beraksi lagi,” ucapan Alfrin, menirukan pernyataan Hidayat ketika pertemuan.
Alfrin juga menyebut pada ketika pertemuan terdapat upaya ciptakan menandai Griya-Griya Penduduk memakai cat semprot. Namun, tindakan tersebut pada akhirnya dicegah Penduduk dikarenakan situasi mulai memanas.

Hal serupa disampaikan Ngatmani, Penduduk Pondok Karya Nan ikut menyambut kedatangan Hidayat. Ia menginginkan agar pembicaraan berbarengan Penduduk dijalankan tak memakai nada menjulang.

“Bapak ini tokoh kami, kenapa bela perusahaan,” ujar Ngatmani.

Ia juga mempertanyakan keterlibatan mantan pejabat kuasa bagian dalam persoalan tersebut dikarenakan menurutnya Penduduk Pondok Karya juga merupakan bagian dari masyarakat Nan pernah dipimpinnya.

Penduduk Minta Satgas PKA anjlok Tangan

bagian dalam pertemuan berbarengan Satgas PKA, Penduduk juga mempersoalkan tenggat pengosongan hunian Nan diputuskan paling lamban 10 Oktober 2026.

Penduduk menginginkan Pemprov Sulteng melalui Satgas PKA kembali memfasilitasi dialog antara Penduduk dan PT INTIM Anugerah Perkasa.

Menurut Penduduk, sejumlah rekomendasi Satgas PKA sebelum itu belum ditindaklanjuti, termasuk pertimbangan mengenai hak Penduduk atas lahan maupun kemungkinan penyediaan Letak relokasi.

“Rekomendasi tersebut Tak dipenuhi, tetapi perusahaan malah langsung mengundang perintah pengosongan,” ujar Ngatmani di hadapan Satgas.

Pemprov Sulteng Panggil PT INTIM dan BPN

Menanggapi laporan Penduduk, Wakil Gubernur Sulawesi center Reny A. Lamadjido berbisik Pemprov Sulteng akan memanggil PT INTIM Anugerah Perkasa dan raga Pertanahan dalam negeri (BPN) ciptakan mencari penyelesaian atas persoalan lahan Mess Pondok Karya di kawasan LIK Tondo, Kota Palu.

tapak tersebut ditempuh setelah alur mediasi dan fasilitasi Nan sebelum itu dijalankan belum menemukan titik penyelesaian.

bagian dalam pertemuan itu, Penduduk juga mengemukakan bahwa PT INTIM telah menyediakan kompensasi ciptakan Penduduk Nan bersedia meninggalkan Letak, meskipun nominal kompensasi tersebut Tak dirinci bagian dalam pertemuan.
Reny kemudian memerintahkan Satgas PKA ciptakan segera menyiapkan surat Formal Gubernur Sulteng Anwar Hafid kepada PT INTIM.

Surat tersebut nantinya menginginkan Penjelasan tertulis dari perusahaan terkait tapak Nan akan ditempuh bagian dalam penyelesaian sengketa pertanahan tersebut.

Pemprov Sulteng juga menjadwalkan rapat Penilaian Seiring BPN Provinsi Sulteng dan BPN Kota Palu.
Rapat tersebut antara lain akan membahas aspek legalitas serta kondisi perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Lembah Palu Nagaya di kawasan tersebut.

Hidayat Bantah Intimidasi Penduduk

Fana itu, Muhammad Hidayat Lamakarate Nan dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp, Selasa gelap (22/9/2026), menyangkal tudingan telah mengerjakan intimidasi terhadap Penduduk Pondok Karya.

Hidayat menerangkan bahwa dirinya hadir di Letak bukan sebagai pejabat kuasa, melainkan sebagai pihak Nan mendapat surat kuasa dari PT INTIM Anugerah Perkasa ciptakan menolong mengerjakan dialog berbarengan masyarakat.

“Kedudukan Saya di bagian dalam penyelesaian masalah lahan di kawasan LIK Kelurahan Tondo Ialah sebagai pihak Nan diminta Donasi oleh PT INTIM. Saya diberi surat kuasa Nan isinya menolong menegosiasikan masalah lahan mereka Nan Eksis di Letak tersebut berbarengan masyarakat Nan Eksis di sana,” rekam Hidayat.

Ia berbisik, berdasarkan surat kuasa tersebut, dirinya juga mendapat tugas mewakili perusahaan bagian dalam berkomunikasi berbarengan pihak-pihak terkait, termasuk kuasa.

Menurut Hidayat, setelah pertemuan berbarengan Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Satgas PKA, dirinya kemudian menginginkan Donasi camat dan lurah ciptakan memfasilitasi pertemuan berbarengan Penduduk Pondok Karya.

“Pada pertemuan itu Saya menerangkan terkait kapasitas Saya kenapa hadir di antara mereka. Saya sampaikan bahwa Saya diminta Donasi oleh PT INTIM ciptakan mengkomunikasikan berbarengan masyarakat Nan Eksis di Letak tersebut terkait program PT INTIM Nan Mau segera memanfaatkan lahan tersebut ciptakan kelanjutan pembangunan perumahan mereka Nan telah sekian lamban tertunda,” ujarnya.

Hidayat juga berbisik bahwa PT INTIM sebenarnya telah berencana mengerjakan pengosongan Letak sebelum dirinya dilibatkan bagian dalam persoalan tersebut.

Namun, menurut Beliau, program tersebut merasakan hambatan setelah adanya surat dari Gubernur Sulteng Nan menginginkan perusahaan menunda pengosongan dan kembali mengerjakan pembicaraan serta dialog berbarengan masyarakat.

“Kedatangan Saya ke Letak tersebut Malah ciptakan menjalankan apa Nan diinginkan oleh Bapak Gubernur Anwar Hafid Nan harus dijalankan oleh perusahaan, Adalah dialog, bukan intimidasi,” konfirmasi Hidayat.
Ia menuturkan, bagian dalam pertemuan tersebut dirinya menyediakan kepada Penduduk agar persoalan diselesaikan melalui pembicaraan ciptakan mencari solusi.

Hidayat menyebut perusahaan telah menyiapkan tawaran kompensasi sebar Penduduk Nan bersedia pindah dari Letak tersebut. Namun, ucapan Beliau, Penduduk menolak tawaran tersebut dan mengatakan tetap Mau menempati kawasan Pondok Karya.

“Saya mengajak Penduduk Pondok Karya, mari kita bicarakan apa solusi Nan nomor satu ciptakan menyelesaikan masalah ini. Saya sampaikan bahwa perusahaan Mau menyediakan kompensasi kepada mereka ciptakan mendapatkan pindah dari Loka tersebut, namun masyarakat Nan Eksis di sana menolak tawaran tersebut dan berbisik bahwa mereka Tak mau bernegosiasi dan memutuskan ciptakan tetap akan menempati Loka tersebut,” ungkapnya.

Menurut Hidayat, setelah Penduduk mengatakan Tak bersedia mendapatkan tawaran perusahaan, dirinya menganggap alur dialog Nan sebagai tugasnya telah berakhir.

“Maka tugas Saya selaku kuasa perusahaan ciptakan mengerjakan dialog telah berakhir dan lalu urusannya Saya kembalikan ke perusahaan dan kuasa legalitas perusahaan tersebut ciptakan memungut tapak-tapak lainnya,” tutur Hidayat.

Ia kembali menyangkal tudingan intimidasi terhadap Penduduk.

“Kalau Eksis Nan bilang Saya mengintimidasi dan memaksa mereka ciptakan melangkah keluar dari Letak tersebut Jernih itu fitnah. Saya Malah tampak ciptakan mau menolong mereka guna mencarikan solusi Nan nomor satu ciptakan penyelesaian masalah mereka, tetapi mereka berbarengan konfirmasi mengatakan kami Tak berkenan atas apapun tawaran dari perusahaan,” jelasnya.(***)


jumlah pengunjung: 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *