Para orang Uzur khawatir mengenai siswa Pria dan Wanita Nan rehat di kelas Nan Baju selama jam sekolah.
ketika berbicara berdua surat kabar Dan Tri , lumayan berlimpah orang Uzur siswa di Sekolah Menengah An Phu (kelurahan An Khanh, Kota Ho Chi Minh) menuturkan kekhawatiran mereka mengenai aturan sekolah Nan mengorganisir agar siswa Pria dan Wanita rehat Seiring di kelas Nan Baju, tak memakai sekat atau Gorden.
keliru Esa orang Uzur berpendapat bahwa dikarenakan siswa sekolah menengah memasuki Era pubertas, membiarkan siswa Pria dan Wanita rehat Seiring mendapatkan berakibat negatif pada psikologi dan pendidikan ngentot mereka. Menurut orang Uzur ini, lumayan berlimpah sekolah telah memilah siswa Pria dan Wanita sejak sekolah Asas.
Para orang Uzur juga mengabarkan bahwa ketika mereka mengutarakan kekhawatiran mereka, para tokoh sekolah menerangkan bahwa pengaturan siswa rehat Seiring disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah siswa Pria dan Wanita antar kelas, sehingga menyulitkan sekolah hasilkan mengorganisir Loka rehat terpisah.
Namun, para orang Uzur mengemukakan gagasan bahwa sekolah mendapatkan mempertimbangkan hasilkan memusatkan siswa Pria dari Esa atau dua kelas di Esa area dan siswa Wanita di area lain, serta menghadirkan loker terpisah sebar mereka hasilkan menempatkan barang-barang pribadi. Menurut para orang Uzur, Nan terpenting Ialah sekolah membutuhkan solusi Nan Pas, alih-alih mempertahankan pengaturan Loka rehat Nan Eksis ketika ini.
Terkait masalah ini, Bunda Doan Thi Cam Hong, Wakil Kepala Sekolah Menengah An Phu, mengakui bahwa siswa di setiap kelas rehat di ruang kelas masing-masing selama periode asrama.
Menurutnya, pengaturan akomodasi rehat bergantung pada kondisi praktis, termasuk jumlah dan distribusi gender Nan Tak merata antara kelas-kelas Nan berdekatan. lumayan berlimpah orang kelas Mempunyai extra lumayan berlimpah siswa Pria daripada Wanita, dan lumayan berlimpah orang kelas Mempunyai extra lumayan berlimpah siswa Wanita daripada Pria, jadi Kalau siswa rehat di Esa ruang kelas, mungkin Tak akan Eksis lumayan ruang hasilkan mereka Seluruh.
Siswa-siswi Sekolah Menengah An Phu (Foto: Situs situs sekolah).
Menurut Bunda Hong, setiap ruang kelas di sekolah tersebut berukuran Sekeliling 38 meter persegi, Fana terdapat Sekeliling 50 siswa. Oleh dikarenakan itu, mengorganisir akomodasi rehat sangat Susah. Selain itu, pencampuran siswa antar kelas juga menghambat pengelolaan.
lebih sebelumnya, sekolah tersebut telah mengerjakan tes coba platform di mana siswa Pria dari dua kelas rehat di Bilik Nan Baju, Fana siswa Wanita dari dua kelas berbeda rehat di Bilik terpisah. Namun, setelah pengaturan kelas diubah, lumayan berlimpah orang siswa mengabarkan kehilangan atau keliru Meletakkan barang-barang pribadi mereka, sehingga sekolah mempertimbangkan kembali penerapan agenda ini.
Pihak sekolah menegaskan bahwa siswa Pria dan Wanita diberi Loka rehat terpisah dan Tak rehat Seiring. Menurut Bunda Hong, para siswi ketika ini sedang menata meja mereka dan rehat di atasnya, Fana para siswa Pria rehat di Pandang Perspektif lantai.
Menanggapi masukan mengenai pengaturan Loka rehat, Bunda Hong mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan hasilkan memasang Gorden hasilkan membagi ruang kelas, serupa berdua Nan telah dijalankan lumayan berlimpah orang kelas lebih sebelumnya, guna memilah area rehat sebar siswa Nan tinggal di asrama.
Menurut Bunda Hong, pengaturan santap cahaya di asrama sekolah ketika ini telah Beraksi sejak lamban, bahkan sebelum beliau bergabung berdua sekolah tersebut. Sekolah tersebut ketika ini Mempunyai Sekeliling 1.500 siswa dan menghadirkan asrama hasilkan seluruh siswa. Hanya sebagian Mini siswa Nan kembali ke Griya ketika santap cahaya, Baju mereka Nan tinggal di tidak terpencil sekolah atau Mempunyai alasan pribadi seperti alergi makanan.
Pihak sekolah berucap telah membahas pengaturan Loka rehat berdua orang Uzur, termasuk memakai Gorden hasilkan membagi ruang kelas.
Kenapa siswa kelas 9 Tetap harus membayar hasilkan mendapatkan AC anyar Nan ditinggalkan oleh siswa kelas 9 lebih sebelumnya?
bagian dalam surat pengaduan tersebut, orang Uzur Siswa Sekolah Menengah An Phu juga mempertanyakan pengelolaan dan penggunaan pendingin ruangan Nan telah disediakan hasilkan ruang kelas.
Menurut para orang Uzur, ketika siswa kelas 9 lulus, bagaimana pendingin ruangan Nan telah dibeli lebih sebelumnya akan diserahkan kepada sekolah, dan apakah pendingin ruangan tersebut akan diinventarisasi dan diurus?
Para orang Uzur juga mempertanyakan Kenapa, Kalau pendingin ruangan Tetap bagian dalam kondisi baik dan telah diserahkan ke sekolah, siswa kelas enam Tak disampaikan pengganti dari kelas lebih sebelumnya atau disampaikan unit anyar.
Terkait masalah ini, Bunda Hong mengatakan bahwa sekolah telah membahas penanganan pendingin ruangan Nan disediakan oleh orang Uzur berdua jejak Nan menghormati pendapat dan hak pengambilan keputusan mereka. lumayan berlimpah orang orang Uzur menyarankan hasilkan menyumbangkan pendingin ruangan tersebut kepada pengasuh, Fana lumayan berlimpah orang kelas menyarankan hasilkan membuang peralatan tersebut.
Melalui guru wali kelas, pihak sekolah berkonsultasi berdua dan menyarankan kepada orang Uzur agar, Kalau memungkinkan, mereka meninggalkan pendingin ruangan di sekolah hasilkan digunakan oleh siswa kelas 6 tahun Ambang. Namun, keputusan hasilkan menempatkan atau membuang peralatan tersebut berada di tangan orang Uzur siswa kelas 9, dikarenakan itu Ialah barang milik mereka Nan dibeli seorang diri.
Sekolah mensyaratkan bahwa setiap alur pembubaran kelas harus mendapat dukungan dari Seluruh orang Uzur di kelas tersebut. Kelas Nan secara bulat menyetujui pembubaran harus menyerahkan catatan tertulis Nan mengatakan dukungan mereka, Nan ditandatangani oleh perwakilan orang Uzur.
Menurut Bunda Hong, dari tujuh kelas 9 di sekolah tersebut, tiga kelas telah setuju hasilkan membuang pendingin udara mereka. Esa kelas telah setuju hasilkan menyumbangkan pendingin udara tersebut kepada pengasuh. Kelas-kelas lainnya belum membuang pendingin udara mereka dan telah menyumbangkannya kembali ke sekolah.
Mengenai pendingin ruangan Nan telah dibuang, sekolah akan mengalokasikannya kembali ke kelas-kelas terpadu dikarenakan hanya 3 ruangan Nan Mempunyai pendingin ruangan Nan disumbangkan oleh orang Uzur. Pendingin ruangan hasilkan 4 kelas Bahasa Inggris Unggulan telah dibuang oleh orang Uzur siswa kelas 9.
Wakil Kepala Sekolah Menengah An Phu menyorot bahwa sekolah Tak Mempunyai aturan hasilkan mengumpulkan Duit dari orang Uzur hasilkan memasang pendingin udara atau mendirikan Biaya. Kalau orang Uzur Mau berkontribusi hasilkan memasang pendingin udara sebar anak-anak mereka, hal itu membutuhkan dukungan dari Seluruh orang Uzur di kelas; sekolah Tak akan menginginkan sumbangan.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/hoc-sinh-nam-nu-cap-2-ngu-chung-khi-ban-tru-phu-huynh-buc-xuc-20260924203740518.htm